Thursday, August 2, 2012

Orang Bisa Tampak Lebih Muda Karena Jago Bercinta


Jakarta, Mungkin kedengarannya aneh bahwa seks yang berkualitas dapat membuat orang awet muda untuk jangka waktu yang lama. Tetapi hubungan ini telah dibuktikan dengan berbagai studi yang mengkaitkan keduanya.

Seks yang baik adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga penampilan Anda. Dengan kehidupan seks yang berkualitas, seseorang akan terhindar dari stres dan memiliki kualitas tidur yang jauh lebih baik juga.

Selain memberikan manfaat secara fisik, seks juga mempengaruhi kondisi emosional pasangan yang membuat orang terlihat baik di hadapan pasangannya.

Menurut para peneliti, emosi yang berupa perasaan cinta kepada pasangan dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi.

Seks yang baik membuat pasangan awet muda karena seks dapat mengurangi stres, menenangkan pikiran, meningkatkan keintiman, dan membantu keharmonisan hubungan yang merupakan faktor pemercepat proses penuaan.

Kesenangan karena seks yang intens dapat memfasilitasi reaksi kimia dalam tubuh. Pada wanita menghasilkan hormon pertumbuhan, sedangkan pada pria, seks dapat meningkatkan kualitas tidur dan tingkat testosteron.

Hasil dari sebuah studi yang dilakukan terhadap 3.500 orang dengan usia 30 sampai 100 tahun menunjukkan bahwa orang yang berhubungan seks setidaknya tiga kali seminggu cenderung terlihat sepuluh tahun lebih muda daripada orang bercinta hanya dua kali seminggu. Penelitian ini ditulis dalam buku Secrets of the Superyoung oleh Dr. David week.

"Kegiatan seksual yang menyenangkan adalah faktor penting dalam menjaga masa muda Anda. Seks yang baik dapat meredam kecemasan dan rasa tidak aman yang membuat Anda tampak lebih muda," kata Dr. Week, seperti dikutip dari onlymyhealth, Jumat (3/8/12).

(ir/ir)


Via: Orang Bisa Tampak Lebih Muda Karena Jago Bercinta

Negara-negara yang Paling Banyak dan Sedikit Pakai Kondom


Jakarta, Kondom merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Berikut ini diketahui 5 negara yang menggunakan kondom paling banyak serta negara yang paling sedikit gunakan kondom.

Penggunaan kondom terbilang efektif untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, serta digunakan untuk mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual salah satunya adalah HIV.

Berikut ini negara-negara yang diketahui penduduknya menggunakan kondom paling banyak, serta negara yang paling sedikit menggunakan kondom dilansir Guardian.co.uk, Kamis (2/8/2012) yaitu:

Negara yang paling banyak menggunakan kondom:

3. Perancis 81,8 persen

4. Vietnam 78,5 persen

5. Kolombia 78,2 persen

Negara yang paling sedikit menggunakan kondom:

2. Sierra Leone 5.3 persen

5. Mauritania 8 persen

Sementara itu untuk negara Indonesia sendiri diketahui penggunaan kondomnya sebesar 60,3 persen.

Meski penggunaan kondom terbilang tidak terlalu susah, masih saja banyak laki-laki yang melakukan kesalahan saat menggunakannya sehingga bisa merusak fungsi kondom dan tidak mendapatkan manfaat yang optimal.

Selain itu kondom sendiri diketahui memiliki berbagai macam ukuran, karenanya ketahui ukuran mana yang pas. Serta jangan lupa untuk selalu periksa tanggal kadaluarsa kondom, dan jangan menggunakan kondom bekas.

(ver/ir)


Via: Negara-negara yang Paling Banyak dan Sedikit Pakai Kondom

Roche Kembangkan Inovasi Obat Kanker Payudara


Yogyakarta, Kanker payudara masih menempati posisi tertinggi sebagai kanker pembunuh wanita di seluruh dunia. Namun sejauh ini pengobatan yang diberikan masih belum optimal dalam meredakan pertumbuhan kankernya.

Dibandingkan dengan negara-negara di Eropa dan AS yang memiliki angka kejadian kanker mencapai 70-100 per 100.000 orang, angka kejadian kanker di Indonesia masih belum jelas karena penelitian berbasis populasi untuk mengetahui hal itu belum pernah diadakan di Indonesia. Namun diperkirakan angka kejadian kanker di Indonesia adalah 17-25 per 100.000 orang.

"Kanker payudara sendiri ada 3 macam, yang pertama dan terbanyak (sekitar 60-70 persen) disebabkan oleh reaksi hormonal, yang kedua merupakan hasil dari ekspresi protein pembelah sel yang bernama HER2 secara berlebihan dan yang ketiga tidak masuk ke dalam keduanya. Namun yang paling parah adalah kanker payudara akibat overekspresi HER2 karena lebih ganas, bisa berkembang lebih cepat, lebih mudah mengalami metastasis dan lebih resisten terhadap obat standar," ujar Dr. Johan Kurnianda, SpPD-KHOM dalam temu media peluncuran studi global keamanan pemberian Trastuzumab di Hotel Novotel Yogyakarta, Kamis (2/8/2012).

Oleh karena itu, Roche Laboratories yang telah berpengalaman dalam pengobatan kanker (onkologi) selama 50 tahun mencanangkan sebuah studi global bertajuk SafeHER yang menitikberatkan pada pengobatan kanker payudara dengan protein HER2 positif.

Riset ini menekankan pada inovasi pengobatan standar kanker payudara yaitu Trastuzumab (Anti HER2). Trastuzumab ini terbukti efektif sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan kemoterapi standar karena dapat meningkatkan respon pengobatan.

"Trastuzumab yang diberikan pada penderita kanker payudara stadium awal bisa menambah kelangsungan hidup penderita hingga 20 persen. Selain itu sebenarnya penderita kanker payudara yang sudah metastatis (menjalar ke organ lain) dan tidak diberi anti HER2 takkan bisa survive kurang dari 1 tahun namun dengan penambahan Trastuzumab, penderita bisa hidup lebih lama atau kira-kira 3 tahun dengan kualitas hidup yang lebih baik," ungkap Dr. Johan yang bertindak sebagai peneliti utama studi SafeHER.

"Namun karena terapi ini biasanya diberikan lewat infus intravena, pasien merasa seringkali kurang nyaman karena penggunaannya lebih sulit, untuk mendapatkannya pasien harus ke rumah sakit dan ada sebagian rumah sakit yang memiliki kebijakan jika ada pasien yang diinfus maka pasien yang bersangkutan diwajibkan untuk 'mondok' atau opname sehingga menghabiskan lebih banyak biaya," kata Dr. Johan.

"Belum lagi jika pasien sudah pernah menjalani kemoterapi karena pasien semacam ini pembuluh darahnya telah membeku, akses ke pembuluh venanya kecil sehingga harus ditusuk berkali-kali sebelum akhirnya bisa diinfus," tambah salah satu peneliti SafeHER dari RS Dr. Sardjito, Dr. Kartika Widayati, Sp.PD-KHOM.

Dilatarbelakangi oleh hal itu, Roche mengembangkan inovasi dari Trastuzumab yang berbentuk injeksi subkutan. Injeksi ini diberikan lewat suntikan di bawah kulit paha, sama halnya dengan suntikan insulin dan diharapkan bisa dilakukan secara mandiri oleh pasien sehingga pasien merasa lebih nyaman.

"Studi ini akan menggunakan dua metode, yang pertama berupa suntikan yang bisa diberikan hanya dalam waktu 5 menit, tentu berbeda dengan infus yang harus diberikan selama 30-90 menit. Kemudian ada juga alat injeksi mandiri dan otomatis yang juga hanya perlu diberikan selama 5 menit," terang Dr. Arya Wibitomo selaku Head of Medical Management PT Roche Indonesia.

Di Indonesia, studi SafeHER ini akan dilakukan di lima pusat kanker dan melibatkan 60 pasien serta 15 pakar bidang onkologi. Keenam pusat kanker itu diantaranya RS Dr. Sardjito (Yogyakarta), RS Hasan Sadikin (Bandung), RS Cipto Mangunkusumo dan RS Dharmais (Jakarta) serta RS Dr. Soetomo (Surabaya).

Untuk pertama kalinya, studi dilakukan di RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Di rumah sakit yang bersebelahan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut, kanker payudara merupakan kasus terbanyak yang ada. Setiap tahunnya RS Dr. Sardjito menerima 200 kasus kanker payudara baru dan 30 persen diantaranya tergolong dalam kasus kanker payudara dengan HER2.

"Untuk clinical trial-nya kami telah mendapatkan ijin dari rumah sakit dan komite etik fakultas kedokteran untuk melindungi hak-hak pasien," terang Dr. Kartika.

Pasien yang akan diikutsertakan penelitian ini pun harus memenuhi ketentuan khusus yaitu:

1. Pasien kanker payudara, baik pria maupun wanita yang mengekspresikan protein HER2

2. Kondisi fisik dan performa klinisnya masih bagus

3. Masih berada pada kanker payudara stadium awal (stadium 1-3)

4. Memiliki status fungsi jantung yang masih bagus

5. Bersedia dan cukup sehat untuk menandatangani persetujuan mengikuti percobaan klinis

Sejauh ini, tim peneliti di RS Dr. Sardjito telah mendapatkan 2 pasien dari 10 pasien yang ditargetkan di Yogyakarta. Kedua pasien tersebut sama-sama berjenis kelamin wanita dan berusia di bawah 50 tahun.

Tim peneliti menargetkan studi di Yogyakarta akan selesai dalam waktu satu tahun. Masing-masing pasien yang mengikuti percobaan klinis akan diberi terapi Trastuzumab subkutan sebanyak 18 kali dengan frekuensi penyuntikan 3 minggu sekali. Bersamaan dengan penggunaan terapi baru ini, pengobatan lain seperti kemoterapi tetap akan diberikan.

Studi SafeHER menekankan kenyaman dan keamanan pasien kanker payudara yang menggunakan terapi Trastuzumab. Diharapkan dengan adanya metode pengobatan yang lebih praktis, durasi pengobatan jangka panjang yang harus dihadapi pasien kanker payudara menjadi terasa tidak begitu membebani.

Selain itu dari segi keamanan diharapkan injeksi subkutan yang tengah diupayakan oleh Roche ini bisa memperkecil efek samping dari Trastuzumab. Seperti selama ini diketahui bahwa terapi Trastuzumab lewat infus intravena ternyata bisa mengganggu fungsi jantung maka obat baru ini diharapkan bisa memperkecil risiko gangguan fungsi jantung tersebut.

(ir/ir)


Via: Roche Kembangkan Inovasi Obat Kanker Payudara

Wednesday, August 1, 2012

Dibanding Pria, Otak Wanita Lebih Cepat Tua Karena Stres


Jakarta, Untuk masalah usia, rata-rata wanita memiliki angka harapan hidup lebih tinggi di beberapa negara, artinya usia para wanita lebih panjang dibanding pria. Namun untuk masalah otak ternyata sebaliknya.

Wanita lebih rentan mengalami penurunan kemampuan otak dan lebih besar kemungkinannya terserang Alzheimer. Peneliti berhasil mengetahui apa yang melandasi kecenderungan ini, yaitu stres. Pada wanita, stres membuat otak lebih cepat mengalami penuaan dibanding pada pria.

Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan telah menemukan bahwa beberapa bagian tubuh mengalami penuaan dengan proses dan waktu yang berbeda-beda pada setiap orang.

Ketika menua, beberapa gen lebih aktif sementara gen lainnya kurang begitu aktif. Perubahan aktifitas ini dapat dipantau lewat 'transkriptome', yaitu dengan cara mengumpulkan data dari semua RNA atau substansi yang membawa instruksi DNA pada sel.

Tim peneliti dari berbagai negara seperti Australia, Cina, Jerman, dan Amerika Serikat berkolaborasi untuk menganalisis transkriptome dari 55 orang pria dan wanita dalam berbagai usia. Dalam laporan yang dipublikasikan jurnal Aging Cell, para peneliti mengaku terkejut dengan apa yang mereka temukan.

Peneliti juga mengamati area otak yang disebut gyrus frontalis superior (SFG) yang terletak di korteks prefrontal.

Ternyata ditemukan perbedaan yang mencolok antara kedua jenis kelamin berkaitan dengan pertambahan usia. Perubahan ekspresi area otak yang berkaitan dengan penuaan pada wanita lebih cepat dibandingkan pada pria.

"Perubahan yang terjadi termasuk menurunnya produksi energi dan fungsi saraf, serta meningkatnya regulasi dan respons kekebalan tubuh. Hal ini merupakan ciri khas utama dari penuaan otak. Dengan kata lain, kami menemukan bahwa otak wanita mengalami penuaan lebih cepat daripada pria, terutama di bagian korteks prefrontal," kata peneliti seperti dilansir Medical Daily, Kamis (2/8/2012).

Temuan ini mengejutkan peneliti. Pasalnya, mereka awalnya menduga area otak tersebut akan lebih lambat mengalami penuaan atau bahkan terhambat prosesnya pada wanita.

Di area gyrus frontalis superior, peneliti menemukan terdapat perbedaan ekspresi 667 gen pada pria dan wanita selama proses penuaan. Sebanyak 98 persen di antaranya berkaitan dengan proses penuaan yang lebih cepat pada wanita.

Para ilmuwan tidak yakin jika penyebabnya dikarenakan perbedaan biologis. Alasannya, setengah dari perempuan menunjukkan proses penuaan yang makin dipercepat.

Oleh karena itu peneliti menuduh penyebabnya adalah faktor stres. Sementara itu, seorang peneliti yang tidak ikut dalam penelitian menuduh cepatnya penuaan otak pada wanita lebih disebabkan oleh peradangan.

(pah/ir)


Via: Dibanding Pria, Otak Wanita Lebih Cepat Tua Karena Stres

Fakta Baru tentang Hubungan Intim yang Belum Pernah Anda Dengar


Jakarta, Seks tentu akan sangat mengasyikkan jika Anda dan pasangan memiliki wawasan yang cukup luas tentangnya. Selain itu, wawasan ini diperlukan untuk membuat seks menjadi tidak membosankan karena seks merupakan salah satu metode utama untuk mempertahankan suatu hubungan.

Wawasan itu mencakup hal-hal seperti apa saja yang bisa dilakukan saat foreplay atau posisi apa yang bisa memuaskan pasangan hingga ke hal-hal mendetail seperti Anda harus menyiapkan apa saja sebelum bercinta. Namun apakah Anda merasa wawasan itu sudah memadai?

Oleh karena itu untuk semakin menambah wawasan tentang seks Anda, simak beberapa fakta seks terbaru yang mungkin belum pernah Anda dengar seperti dilansir dari timesofindia, Kamis (2/8/2012) berikut ini.

1. Secara global, pasangan melakukan hubungan seksual 139 kali dalam satu tahun.

Namun menurut Durex Global Sex Survey 2002, rekor bercinta dipegang oleh penduduk Perancis yang tercatat melakukan hubungan seksual bersama pasangan sebanyak 167 kali dalam 365 hari atau rata-rata 2 kali dalam sehari.

2. Kondom itu bisa mengalami biodegradasi atau penguraian meski mungkin hanya pada beberapa merk saja.

Biasanya kondom yang berbahan kulit domba dan lateks bisa terurai namun kondom yang terbuat dari polyurethane bersifat sebaliknya.

3. Ada CD musik yang khusus dijual untuk meningkatkan gairah seksual.

Biasanya CD ini menggunakan genre musik klasik sebagai pembangkit mood untuk bercinta. Anda bisa mencoba beberapa judul seperti Shacking Up to Chopin, Making Out to Mozart dan Bedroom Bliss with Beethoven.

4. Saat orgasme, jangan semprotkan cairan cinta Anda secara sembarangan, bahkan hal ini sudah tidak direkomendasikan lagi.

Selain akan menghilangkan bakteri sehat di dalam vagina dan mengubah kadar pH alami, hal ini juga bisa menyebabkan infeksi di dalam organ reproduksi.

5. Bercinta dengan selebriti merupakan fantasi nomor satu yang dimiliki hampir setiap orang di seluruh dunia.

Hal ini didapatkan dari survei yang dilakukan oleh Durex pada tahun 2002 yang juga menemukan bahwa 4 dari 10 orang pernah berfantasi melakukan hubungan seksual dengan pasangan sahabatnya!

6. Percaya atau tidak, penis yang membiru itu benar-benar bisa terjadi.

Kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan ini disebabkan oleh aliran darah ke penis terlalu banyak bila dibandingkan aliran darah yang keluar dari penis. Hal ini akan meningkatkan volume darah yang terjebak di dalam kemaluan dan berkontribusi terhadap ereksi penis dan testikel akan dipenuhi dengan darah.

7. Rata-rata pasangan butuh waktu setidaknya 8 bulan untuk bisa mengalami kehamilan.

(ir/ir)


Via: Fakta Baru tentang Hubungan Intim yang Belum Pernah Anda Dengar

Kebiasaan Sebelum Tidur yang Membunuh Mood Bercinta


Jakarta, Apakah akhir-kahir ini hubungan Anda bersama pasangan di kamar tidur tidak hangat lagi? Mungkin kebiasaan Anda sebelum berangkat tidurlah yang harus disalahkan. Beberapa kebiasaan sebelum tidur dapat menyebabkan hilangnya mood bercinta.

Berikut 5 kebiasaan sebelum tidur yang dapat membunuh mood bercinta, seperti dilansir redbookmag, Rabu (1/8/12) antara lain:

1. Anda terlalu sibuk dengan jejaring sosial

Jangan membiasakan diri untuk berselancar melalui di jejaring sosial seperti facebook atau twitter sebelum tidur. Hal ini akan membuat pasangan Anda merasa diabaikan dan Anda cenderung kurang memprioritaskan hubungan.

Kebiasaan tersebut dapat membuat Anda terlalu larut dalam aktivitas di dunia maya yang menyurutkan gairah seksual Anda secara perlahan. Hal ini juga dapat memicu kecemburuan pasangan dan menyebabkan tidak harmonisnya hubungan di kamar tidur maupun hubungan rumah tangga Anda secara keseluruhan.

2. Anda selalu 'on call' hingga larut malam

Jika Anda masih melayani setiap panggilan telepon, sms dan e-mail yang berkaitan dengan urusan pekerjaan hingga larut malam, Anda dapat merusak suasana keintiman bersama pasangan di kamar tidur.

Anda harus menetapkan waktu untuk menyelesaikan masalah pekerjaan sesampainya di rumah. Matikan komputer dan handphone untuk menghindari gangguan seperti email dan telepon yang masuk ketika Anda sedang bermesraan di kamar tidur bersama pasangan.

3. Anak-anak tidur terlalu larut

Anak yang belum juga tidur ketika larut malam dapat mengganggu aktivitas Anda bersama pasangan di kamar tidur. Jika anak Anda terlambat tidur setiap malamnya, Anda akan kehilangan waktu berdua bersama pasangan karena sibuk menidurkan anak.

Anak harus memiliki waktu tidur yang cukup, ajak anak pergi ke tempat tidurnya satu jam lebih awal sebelum Anda pergi tidur. Pastikan anak telah tertidur sebelum Anda meninggalkannya, dengan demikian Anda siap menghabiskan malam bersama pasangan.

4. Anda selalu membicarakan hal-hal yang terlalu serius bersama pasangan

Diskusi mengenai masalah yang terlalu berat seperti anggaran rumah tangga dan masalah lain yang sensitif di kamar tidur dapat membunuh gairah bercinta. Pembicaraan yang berat harus diselesaikan siang hari dan di luar kamar tidur agar tidak mengganggu mood bercinta.

5. Menyalakan TV sepanjang malam

Beberapa orang kadang memiliki kebiasaan menonton TV sebelum berangkat tidur. Tetapi menyalakan TV di kamar tidur sepanjang malam juga dapat mengganggu suasana keintiman Anda bersama pasangan. Jangan lupa untuk menyetel timer pada remote TV untuk mematikan TV secara otomatis setelah beberapa waktu.

(ir/ir)


Via: Kebiasaan Sebelum Tidur yang Membunuh Mood Bercinta

Mana yang Lebih Dahsyat, Puber Pertama atau Puber Kedua?


Jakarta, Umumnya seseorang akan mengalami puber saat ia beranjak dari fase anak ke remaja. Tapi di masyarakat juga dikenal istilah puber kedua saat usianya sudah setengah baya. Lalu mana yang lebih dahsyat, puber pertama atau kedua?

"Puber kedua hanya istilah yang ada di masyarakat saja, tidak ada dalam istilah dunia psikologi dan bukan termasuk tonggak perkembangan. Sedangkan kalau puber pertama merupakan perubahan dari fase anak ke remaja," ujar psikolog Anna Surti Ariani, Psi, MSi saat dihubungi detikHealth, Rabu (1/8/2012).

Psikolog yang akrab disapa Nina ini menuturkan ketika seseorang menjelang atau memasuki usia 40-an tahun, maka ia memasuki fase dewasa madya yang ditandai dengan adanya perilaku-perilaku tertentu.

Misalnya seseorang merasa sudah cukup mapan, sudah cukup berkontribusi dalam dunia yang ia geluti, sudah cukup punya karir yang hebat. Kondisi ini membuatnya tidak lagi menemui hal-hal baru sehingga menjadi monoton dan butuh tantangan-tantangan baru.

"Tantangan baru yang dibutuhkannya ini biasanya tergantung pada apa yang membuatnya merasa kurang di masa lampau. Misalnya ia akan menginvestasikan pada spiritual, memuaskan hobinya yang belum terpenuhi, atau kalau cenderung kurang puas dalam hubungan dengan pasangan maka ia akan mencari orang baru yang belum pernah ditemuinya," ungkapnya.

Nina menuturkan di masa madya (puber kedua) ini ada juga yang tantangannya karena ingin tahu apakah ia menarik di mata orang lain atau tidak.

Alasan ini jadi salah satu sebab orang selingkuh, tapi ada pula faktor lain misalnya ada yang menggoda, atau ia berpikir pernikahan bukan hal yang penting, tidak puas dengan penikahannya. Dalam hal ini lingkungan lebih berpengaruh.

"Agak kurang tepat kalau dibilang puber, karena kalau pada remaja ia memang tertarik pada lawan jenis. Tapi kalau pada orang dewasa madya belum tentu arahnya ke lawan jenis, bisa ke perilaku atau hal yang lain," ujar psikolog dari Klinik terpadu UI ini.

Nina menjelaskan dalam psikologi perkembangan, setiap tahapan usia memiliki perkembangan sendiri dan ada tugas-tugas perkembangan yang harus dilakukan.

Berikut ini perkembangan pada tahapan usia yaitu:

1. Pada usia remaja lebih ke arah pencarian jati diri

2. Dewasa muda usia 18 tahun sampai 35-40 tahun lebih ke menjalin keintiman dengan orang lain misalnya menikah atau terjun ke organisasi yang dia cintai.

3. Dewasa madya usia 35-40 tahun sampai 60 tahun cenderung menjadi orang yang dituakan tapi masih dianggap junior karena ia memiliki generasi bawah tapi juga masih ada yang dituakan.

4. Dewasa tua usia 60 tahun ke atas ke arah integritas dia sebagai manusia.

Istilah puber kedua lebih digunakan oleh masyarakat untuk seseorang yang tertarik dengan lawan jenisnya saat sudah berusia setengah baya, dan seringkali dihubungkan dengan kondisi saat puber pertama yang mana tertarik dengan lawan jenis.

Padahal kondisi yang ada adalah tidak ada puber kedua, yang ada seseorang masuk ke fase dewasa madya yang mana disitu ia mengalami beberapa perubahan perilaku tergantung tantangan yang ingin ia hadapi dan pengaruh lingkungan.

Mana yang lebih dahsyat puber pertama atau kedua?

1. Puber pertama terjadi lebih alami dan dialami anak yang mulai masuk remaja.

Puber pertama tidak memiliki efek buruk karena ini adalah hal normal yang dialami semua manusia

2. Puber kedua, lebih bicara pada tantangan yang dipengaruhi oleh lingkungan dan masa lampau demi mencari kepuasan yang belum tercapai.

Asalkan terkontrol dengan baik puber kedua tidak memiliki efek buruk namun jika kebablasan seperti dikutip dari Futurescopes akan berimbas pada perilaku bosan dengan pekerjaan, berpikir untuk selingkuh, boros dalam membelanjakan uang, kehidupan seks berubah atau tampak depresi

(ver/ir)


Via: Mana yang Lebih Dahsyat, Puber Pertama atau Puber Kedua?